Rangkuman sepak bola Eropa pekan ini diwarnai aksi para bintang utama. Harry Kane mencetak gol ke-150 untuk Bayern Munich, Kylian Mbappe membuka sekaligus menutup pesta gol Real Madrid, dan Lamine Yamal menyumbang dua gol bagi Barcelona. Sementara itu, Ruben Amorim mendapat pujian setelah perubahan taktiknya mengantar AC Milan bangkit dari ketertinggalan dua gol di markas Lazio.
Catatan ini dirangkum Adam Bate dalam kolom Euro Debrief milik Sky Sports, yang secara rutin mengulas kisah-kisah penting dari liga-liga top Benua Biru. Pekan ini menjadi potret menarik karena liga-liga baru berjalan beberapa pekan, tetapi tekanan terhadap pelatih sudah memakan korban di Jerman, Spanyol, dan Italia. Di sisi lain, sejumlah pemain muda mulai mengambil alih panggung dari para seniornya.
Kane Tembus 150 Gol, Bayern Akhirnya Menang
Bayern Munich butuh gol khas Harry Kane untuk menghentikan kejutan Elversberg. Kapten timnas Inggris itu mencetak golnya yang ke-150 untuk Bayern pada menit ke-72, sekaligus memastikan klub promosi tersebut menelan kekalahan pertama mereka musim ini. Gol tersebut disebut memiliki kemiripan dengan gol kemenangannya melawan DR Congo di Piala Dunia.
Meski demikian, Bayern belum juga menempati posisi puncak Bundesliga yang biasa mereka huni. Takhta sementara kini dipegang Freiburg setelah kemenangan 5-0 atas Borussia Monchengladbach. Kekalahan telak itu langsung berujung pemecatan pelatih Eugen Polanski, yang sebelumnya mengaku banyak melakukan kesalahan saat kalah dari Elversberg.
Gladbach kini tampak sebagai kandidat kuat degradasi, terlebih karena musim lalu mereka hanya nyaris selamat. Sementara itu, Borussia Dortmund menjaga rekor 100 persen kemenangan. Felix Nmecha menyumbang dua gol spektakuler dalam kemenangan 3-0 atas Paderborn, sementara Fabio Silva menjadi pembuka jalan lewat golnya yang keempat musim ini, sudah melampaui total golnya sepanjang musim lalu.
Kontribusi Silva menjadi kian penting karena Dortmund kehilangan dua rekrutan Yunani berprofil tinggi akibat cedera. Kejutan lain datang dari Schalke, yang meraih kemenangan pertama di Bundesliga sejak kembali ke kasta tertinggi dengan penguasaan bola hanya 34 persen melawan Union Berlin. Niclas Fullkrug juga kembali mencetak gol untuk Werder Bremen, sedangkan kiper Eintracht Frankfurt, Noah Atubolu, memperpanjang rekor luar biasanya dengan menyelamatkan penalti keenam secara berturut-turut dalam kemenangan 3-1 di Mainz.
Yamal Gemilang, Barcelona Pesta Gol, Madrid Bangkit
Barcelona seolah sedang “bersantai” di LaLiga. Setelah mencetak lima gol dalam dua laga tandang terakhir, kali ini mereka harus puas dengan empat gol dalam kemenangan 4-2 atas Levante. Lamine Yamal menyumbang dua gol termasuk satu dari titik penalti, sementara Raphinha tampaknya menyerahkan tugas eksekutor penalti kepadanya. Karim Adeyemi melengkapi pesta itu dengan gol terbaik dalam pertandingan tersebut.
Kekuatan lini serang yang dimiliki Hansi Flick memang luar biasa, tetapi ia pasti mencatat masalah di lini pertahanan. Pertanyaannya, akankah tim yang lebih kuat menghukum Barcelona atas kelonggaran tersebut? Dengan 19 gol dalam empat pertandingan, mungkin saja persoalan itu belum berdampak besar dalam waktu dekat.
Real Madrid bangkit dari kekalahan atas Real Betis dengan mengalahkan Rayo Vallecano 4-1 di Bernabeu. Mbappe membuka dan menutup papan skor, Jude Bellingham juga mencatatkan namanya di papan gol, namun perhatian publik tertuju pada Yan Diomande yang menjalani start pertamanya. Jose Mourinho menilai pemain itu masih perlu banyak belajar secara taktik, tetapi memiliki potensi luar biasa, dan justru lebih memuji Arda Guler yang masuk menggantikannya pada menit ke-72.
Penilaian itu beralasan karena Guler memberi assist untuk gol kedua Mbappe dan menciptakan lima peluang, terbanyak di pertandingan itu meski hanya bermain sejak menit ke-72. Dengan begitu banyaknya talenta menyerang di Madrid, transfer Diomande senilai 120 juta poundsterling terasa janggal. Banyak pihak menduga Mourinho lebih menginginkan gelandang bertahan, dan keputusan Rodri memilih Barcelona ketimbang Madrid terasa seperti faktor yang bisa menentukan juara.
Valencia Kehilangan Pelatih, Aubameyang Hidupkan Deportivo
Valencia memang punya banyak kelemahan, dan kekalahan dari Sevilla membuat Carlos Corberan kehilangan pekerjaannya. Keputusan itu terasa keras mengingat kerja baiknya sebelumnya, tetapi awal musim kali ini memang memprihatinkan, sampai-sampai Rodri tertangkap pembaca bibir sedang mengomentari buruknya performa mereka.
Rodri tidak salah, namun belum ada tanda bahwa pemilik klub akan mengambil langkah yang tepat. Pemecatan ini sebagian dipicu kepanikan menghadapi kemungkinan memulai musim berikutnya di kasta kedua, tepat ketika Nou Mestalla, stadion berkapasitas 70.000 kursi yang lama dinanti, akhirnya siap digunakan.
Jika Valencia butuh inspirasi, mereka bisa menoleh ke Galicia. Deportivo A Coruna melanjutkan kebangkitan mereka lewat sosok Pierre-Emerick Aubameyang, yang pada usia 37 tahun sudah mencetak gol di lima laga pertama musim ini. Rekor sepanjang masa di LaLiga sendiri adalah tujuh pertandingan beruntun.
Amorim Bikin Milan Tetap Tak Terkalahkan
AC Milan bangkit dari ketertinggalan dua gol di babak pertama untuk menahan imbang Lazio 2-2, dan Ruben Amorim mendapat kredit besar atas pergantian tiga pemain sekaligus saat jeda. Ia menarik Luka Modric, Ruben Loftus-Cheek, dan Pervis Estupinan, lalu menuai hasil dari keputusan beraninya tersebut. Rekrutan musim panas, Diego Moreira, masuk dan mencetak kedua gol Milan.
Amorim sendiri menegaskan bahwa ia tidak mengambil keputusan demi membuat tim bermain buruk. Menurutnya, timnya berhasil membawa pulang satu poin, tetapi jika melihat jalannya pertandingan, mereka harus tampil lebih baik karena tidak mungkin bermain hanya dalam satu babak saja.
Lebih dari separuh penonton di Stadio Olimpico diketahui mendukung Milan, menyusul aksi protes fans Lazio terhadap presiden klub Claudio Lotito. Pelatih Gennaro Gattuso menyamakan situasi itu dengan bermain di masa pandemi, meskipun Lazio tetap belum terkalahkan musim ini.
Di tempat lain, rekor tak terkalahkan Juventus di Serie A justru dipatahkan oleh pemain mereka sendiri. Vasilije Adzic, gelandang Montenegro berusia 20 tahun yang dipinjamkan ke Sassuolo, mencetak gol kemenangan pada menit ke-94 setelah Juventus sempat menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu. Penampilan terbaik akhir pekan di Italia justru datang dari pemain yang lebih muda lagi, yaitu remaja Franco Mastantuono yang mencetak hat-trick untuk Fiorentina dalam kemenangan 4-2 di kandang Venezia, sebuah respons setelah pemecatan pelatih Fabio Grosso.
PSG Akhirnya Menang, Archer Bersinar di Prancis
Paris Saint-Germain akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di Ligue 1 musim ini melalui gol tunggal Ferran Torres di markas Brest. Laga itu juga dikenang karena Luis Enrique mengenakan kaus bertuliskan ‘King Eric’ sebagai penghormatan kepada mantan pelatih Brest, Eric Roy, yang meninggal pada Juni di usia 58 tahun.
Lille naik ke puncak klasemen Prancis berkat gol Ethan Mbappe, adik kandung Kylian. Davide Ancelotti menjalani start yang sangat baik meski kehilangan sejumlah bintangnya di jendela transfer musim panas, dan Lille menjadi salah satu dari lima tim yang masih belum terkalahkan. Rennes termasuk di antaranya setelah memberi Marseille kekalahan ketiga secara beruntun, sementara Paris FC dan Lyon bermain tanpa gol dan Monaco menyelamatkan satu poin di Strasbourg lewat gol indah Paris Brunner.
Pujian khusus layak diberikan kepada Cameron Archer, striker pinjaman Southampton yang mencetak gol pada debutnya bersama Auxerre saat kalah pekan lalu, lalu menambah gol kemenangan atas Nice. Hasil itu memberi pelatih Will Still poin pertamanya di kursi pelatih. Bos Southampton, Tonda Eckert, mengungkapkan bahwa Still sejak awal menanyakan kemungkinan membawa Archer ke Prancis, dan gerakan pemain itu terlihat brilian saat memutar di belakang bek lalu melewati kiper.
Sorotan Lain: Klaassen, PSV, dan Sporting
Davy Klaassen, yang pernah membela Everton, mencatat sejarah kecil bagi Ajax karena kini telah mencetak gol Eredivisie untuk klub itu di 24 stadion berbeda. Hanya legenda besar Johan Cruyff yang melampaui pencapaian tersebut. Ajax sendiri menang 5-1 di markas Fortuna Sittard.
Skor itu masih sederhana dibandingkan tujuh gol yang diciptakan Feyenoord di kandang PEC Zwolle, tetapi kemenangan PSV 4-1 atas Sparta Rotterdam boleh jadi yang paling signifikan. Sang juara bertahan merebut posisi puncak setelah AZ Alkmaar tersandung di akhir pertandingan saat menjamu Willem II.
Di Portugal, Sporting juga kehilangan poin di menit-menit akhir karena kebobolan di masa tambahan waktu di markas Famalicao, meski tuan rumah bermain dengan 10 pemain. Porto dan Benfica sama-sama menang setelah tertinggal lebih dulu, sehingga persaingan menuju O Classico akhir pekan depan menjadi semakin menarik.
Rangkuman Sepak Bola Eropa: Apa Artinya bagi Persaingan Gelar
Dari rangkuman sepak bola Eropa kali ini, pola yang paling mencolok adalah betapa cepatnya tekanan terhadap pelatih berubah menjadi keputusan pemecatan. Gladbach memecat Polanski setelah kekalahan telak, Valencia mengakhiri kerja sama dengan Corberan, dan Fiorentina baru saja berpisah dengan Grosso sebelum akhirnya menang besar. Ini menunjukkan bahwa kesabaran klub-klub elite Eropa semakin tipis, bahkan di awal musim yang belum memasuki fase krusial.
Di sisi kompetisi, persaingan gelar mulai memperlihatkan bentuknya. Dortmund menjaga rekor sempurna di Jerman, Freiburg menempel ketat Bayern, dan Lille memimpin Prancis sementara PSG baru bangkit. Di Spanyol, keputusan Rodri bergabung dengan Barcelona dinilai sebagai faktor yang bisa menentukan juara, terlebih karena lini belakang Barcelona masih menjadi titik lemah meski serangannya produktif.
Menarik pula melihat pergeseran generasi yang berlangsung cukup cepat. Di satu sisi, pemain muda seperti Yamal, Mastantuono, Guler, Diomande, dan Ethan Mbappe mulai menentukan hasil pertandingan. Di sisi lain, nama-nama veteran seperti Kane, Aubameyang, dan Klaassen masih menjadi penentu, sehingga musim ini menjadi perpaduan antara regenerasi dan ketangguhan pemain berpengalaman.
Yang jelas, pekan-pekan berikutnya akan menjadi ujian bagi para pelatih baru. Amorim harus memastikan Milan bisa tampil konsisten selama 90 menit, bukan hanya satu babak, sementara Ancelotti muda di Lille perlu membuktikan bahwa posisi puncak mereka bukan sekadar hasil undian jadwal yang menguntungkan.
Secara keseluruhan, pekan ini memperlihatkan bahwa gol-gol besar tetap menjadi daya tarik utama sepak bola Eropa, tetapi cerita di baliknya justru lebih menentukan arah musim. Mulai dari pemecatan pelatih hingga pilihan transfer yang dipertanyakan, setiap keputusan berpotensi mengubah peta persaingan di liga masing-masing.
