James Morrison, pelatih kepala West Bromwich Albion, memberikan dukungan penuh kepada Aune Heggebo yang dijatuhi larangan dua pertandingan oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA). Pelatih asal Skotlandia itu menilai keputusan FA telah “membuka kotak pandora” dalam menegakkan aturan deception of a match official atau menipu ofisial pertandingan. Heggebo dihukum setelah dianggap menipu wasit pada insiden handball yang berbuah gol di laga pembuka Championship.
Hukuman ini mencatatkan sejarah karena Heggebo menjadi pemain pertama yang dikenai sanksi atas pelanggaran tersebut sejak aturan itu diperkenalkan pada musim 2017-2018. Penyerang timnas Norwegia berusia 25 tahun itu dinilai sengaja membiarkan bola mengenai tangannya sebelum masuk ke gawang. Keputusan FA pun langsung memicu perdebatan tentang batas antara ketidaksengajaan dan upaya menipu wasit di lapangan.
Kronologi Insiden yang Berujung Larangan Heggebo
Insiden ini terjadi pada hari pertama musim Championship, saat West Brom menjamu Norwich City dan menang dengan skor 2-1. Umpan silang yang dilepaskan Jimmy-Jay Morgan membentur tangan Heggebo dan mengubah arah laju bola. Bola yang semula bergerak ke sisi lain itu pun berbelok masuk ke gawang dan memberi keunggulan bagi Albion.
Morrison menjelaskan bahwa bola memantul lebih dulu dari tangan kiper Norwich sebelum akhirnya mengenai Heggebo. Pemain berjuluk Bo itu, kata Morrison, sedang mencermati arah umpan dan tidak sempat mengelak. “Dia tidak mungkin lari ke wasit lalu berkata, ‘Saya handball’. Dalam sejuta tahun pun tidak,” ujarnya kepada BBC Radio WM.
Morrison: Tuduhan Itu Seperti Menyebut Heggebo Pembohong
Sang pelatih mengungkapkan bahwa Heggebo merasa sangat terpukul oleh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Pemain asal Norwegia itu menilai tuduhan tersebut sama saja dengan menudingnya sebagai penipu di lapangan hijau. Padahal, menurut Morrison, karakter Heggebo sama sekali tidak mencerminkan hal itu.
“Kami ingin membela Bo karena dia bukan tipe orang seperti itu,” tegas Morrison kepada BBC Radio WM. Seluruh skuad West Brom pun disebutnya berdiri di belakang Heggebo dan memberi dukungan penuh. Morrison juga menyayangkan cara FA menafsirkan aturan yang nyaris tidak pernah digunakan selama ini.
Dua Laga yang Harus Dilewati Heggebo
Akibat sanksi ini, Heggebo dipastikan absen pada dua pertandingan West Brom dalam rentang waktu berdekatan. Ia tidak tampil saat Albion menaklukkan Burnley 3-1 pada laga Championship akhir pekan lalu. Ia juga akan melewatkan duel Carabao Cup melawan Newcastle United di St James’ Park, Rabu (19:45 BST).
Jadwal Laga West Brom Tanpa Heggebo
- Laga Championship: West Brom 3-1 Burnley, akhir pekan lalu
- Laga Carabao Cup: Newcastle United vs West Brom, Rabu (19:45 BST)
Kehilangan Heggebo tentu memengaruhi opsi lini serang West Brom dalam dua laga penting tersebut. Namun, Morrison menegaskan bahwa timnya menerima keputusan FA tanpa perlawanan berarti. Yang ia minta hanyalah federasi menjalankan aturan yang sama untuk semua klub dan pemain.
FA Diminta Konsisten soal Larangan Heggebo
Morrison menegaskan bahwa West Brom tidak mempermasalahkan hukuman ini selama FA bersedia konsisten menerapkannya. “Jika mereka akan melakukannya, kami menerimanya, tetapi mereka harus konsisten sepanjang musim,” kata sang pelatih. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci agar seluruh klub merasa diperlakukan adil.
Pernyataan ini muncul karena aturan deception of a match official praktis tidak pernah digunakan sejak diperkenalkan pada musim 2017-2018. FA kini membuka preseden baru yang menurut Morrison harus dijalankan dengan sangat hati-hati. Jika tidak, muncul kekhawatiran akan banyak protes dari klub yang merasa dirugikan oleh penafsiran yang tidak seragam.
Apa Dampaknya bagi Sepak Bola Inggris?
Kasus Heggebo menjadi titik uji penting bagi FA dalam menerapkan aturan yang selama ini nyaris mati. Sejak musim 2017-2018, baru kali ini seorang pemain dihukum karena dianggap menipu ofisial pertandingan. Keputusan ini berpotensi menjadi rujukan utama untuk insiden-insiden serupa di masa depan.
Sebagian kalangan menilai aturan ini akan membuat pemain berpikir dua kali sebelum mencoba mengelabui wasit. Namun, sebagian lainnya khawatir muncul ketidakadilan karena membedakan insiden sengaja dan tidak sengaja tidaklah mudah. Pertanyaan tentang siapa yang paling bertanggung jawab, antara pemain, wasit, atau VAR, pun ikut mencuat ke permukaan.
Kesimpulan
Hukuman dua pertandingan untuk Aune Heggebo menjadi preseden pertama dalam sejarah penerapan aturan deception of a match official di Inggris. Morrison menilai insiden itu murni tidak disengaja dan meminta FA konsisten dalam menegakkan aturan serupa ke depan. Tanpa konsistensi, aturan ini justru berisiko menjadi sumber konflik baru di sepak bola Inggris.
Kini semua pihak menunggu langkah FA dalam menangani kasus-kasus berikutnya, sementara Heggebo berusaha move on dan kembali memperkuat West Brom. Satu hal yang pasti, keputusan ini telah mengubah cara pandang banyak orang terhadap aturan anti-penipuan di pertandingan. Pertanyaannya, akankah FA mampu menjaga konsistensi yang mereka mulai dari kasus ini?
