Kritik Leyton Orient Soal Badge Wrexham
Kritik Leyton Orient terhadap Wrexham menjadi sorotan setelah klub League One itu menilai badge pada kostum ketiga anyar Wrexham terlalu mirip dengan milik mereka. Wrexham baru saja meluncurkan jersey ketiga berwarna krem pada Rabu. Dalam foto yang diunggah di situs resmi klub, Ryan Reynolds dan Rob McElhenney ikut memeragakan jersey tersebut. Namun perhatian justru tertuju pada badge baru yang tampil beda dari lambang tradisional Wrexham.
Bagi Leyton Orient, badge bukan sekadar hiasan. Wyvern adalah makhluk mitologis yang dianggap sebagai penjaga Sungai Thames dan laut, dan simbol ini terkait dengan Old Orient Shipping Company. Sejak 1976, wyvern telah menghiasi badge klub League One itu. Karena itu, ketika Wrexham mengenalkan badge dengan dua wyvern yang saling berhadapan di atas bola, Orient pun bereaksi cepat.
Dalam unggahan di media sosial, Leyton Orient melontarkan pertanyaan retoris kepada pemilik Wrexham, Ryan Reynolds dan Rob McElhenney. “What you playing at @VancityReynolds @RMcElhenney?” tulis mereka. Unggahan itu juga disertai video yang menampilkan mantan manajer timnas Inggris Roy Hodgson menggunakan bahasa yang tidak layak.
Yang menjadi bahan kritik adalah perubahan drastis pada badge Wrexham. Lambang tradisional klub Wales itu biasanya menampilkan beberapa elemen khas:
- dua naga merah yang saling menghadap;
- bola emas;
- bulu Pangeran Wales dengan mahkota dan motto;
- warna bendera Wales.
Pada kostum ketiga terbaru, elemen-elemen tersebut diganti dengan dua wyvern yang saling berhadapan di atas bola. Komposisi ini disebut sangat mirip dengan crest milik Leyton Orient. Publik pun langsung menangkap kemiripan tersebut dan membandingkannya di media sosial.
Mengapa Wyvern Begitu Identik dengan Leyton Orient
Wyvern bukan sekadar ornamen. Dalam mitologi Eropa, wyvern adalah makhluk bersayap berkaki dua yang sering dikaitkan dengan perlindungan wilayah. Bagi Leyton Orient, simbol ini punya makna historis yang kuat karena terkait dengan Old Orient Shipping Company, perusahaan pelayaran yang menjadi bagian dari sejarah klub.
Sejak 1976, wyvern menghiasi badge Orient sebagai penjaga mitologis Sungai Thames dan laut. Identitas visual ini melekat kuat pada klub, dan para pendukungnya tentu mengenali kemiripan besar ketika Wrexham memakai konsep serupa. Kritik yang dilontarkan Orient pun bukan sekadar guyonan.
Dengan menyebut langsung Reynolds dan McElhenney, klub ini tampak ingin menegaskan bahwa penggunaan elemen yang mirip tidak bisa dianggap remeh. Bagi sebagian orang, ini mungkin terlihat seperti reaksi berlebihan. Namun bagi klub sekelas Orient, lambang adalah warisan yang harus dijaga.
Kronologi: Dari Peluncuran Jersey hingga Reaksi Pedas
Wrexham menampilkan kostum ketiga berwarna krem pada Rabu. Seperti biasa, kehadiran Ryan Reynolds dan Rob McElhenney yang berfoto memakai jersey tersebut langsung memberi daya tarik ala Hollywood. Akan tetapi, yang menjadi pembicaraan bukan hanya desain jersey, melainkan badge anyar yang menyertainya.
Alih-alih mempertahankan crest bersejarah dengan dua naga merah, Wrexham memilih dua wyvern yang saling berhadapan. Dalam hitungan jam, publik membandingkan badge itu dengan lambang Leyton Orient. Kritik dari klub League One itu pun datang tidak lama setelah peluncuran.
Menariknya, ini bukan kali pertama Wrexham tersandung soal simbol. Beberapa pekan sebelumnya, klub menarik penjualan anthem jacket dari toko resminya. Langkah itu diambil setelah para penggemar bereaksi negatif terhadap penggunaan emblem naga putih, bukan merah, pada jaket tersebut.
Dampak dan Implikasi bagi Wrexham
Kritik ini datang di tengah gencarnya Wrexham membangun citra global dengan dukungan pemilik selebritas. Setiap peluncuran produk selalu mendapat sorotan besar. Karena itu, keputusan desain yang kontroversial pun berisiko menjadi pemberitaan negatif yang menyebar luas.
Bagi Leyton Orient, momen ini menjadi kesempatan untuk memperkuat identitas dan menunjukkan kepada publik bahwa sejarah klub tidak bisa disalin begitu saja. Dalam dunia sepak bola, badge adalah simbol yang diwariskan lintas generasi. Kemiripan yang terlalu mencolok biasanya akan memicu protes, seperti yang terjadi sekarang.
Kejadian ini juga mengingatkan klub-klub lain bahwa elemen desain harus diperiksa dengan cermat sebelum diluncurkan. Terutama jika desain itu melibatkan mitologi atau simbol yang sudah dipakai klub lain dalam waktu lama. Proses riset dan perizinan menjadi penting agar tidak menimbulkan polemik.
Konteks Lebih Luas: Selebritas dan Branding Sepak Bola
Wrexham belum memberikan tanggapan resmi atas kritik Leyton Orient dalam pemberitaan ini. Namun tekanan dari klub lain dan para penggemar biasanya akan membuat manajemen mengevaluasi ulang keputusan desain. Bukan tidak mungkin badge tersebut bakal diubah atau dipertahankan dengan penjelasan resmi.
Di era sepak bola modern, kostum ketiga sering dijadikan medium bereksperimen. Ini memang momen yang paling bebas untuk mengeksplorasi gaya visual. Akan tetapi, identitas klub adalah hal yang sensitif, dan kasus Wrexham menunjukkan bahwa klub dengan daya tarik Hollywood pun tidak kebal terhadap kritik.
Penutup
Secara keseluruhan, kritik Leyton Orient terhadap badge Wrexham menjadi pengingat bahwa desain jersey bukan hanya soal gaya. Lambang klub membawa sejarah panjang, identitas, dan keterikatan emosional dengan para pendukung. Ketika elemen itu dianggap ditiru, reaksi keras pun tak terhindarkan.
Wrexham kini berada dalam posisi yang tidak nyaman di tengah sorotan publik. Apakah mereka akan merevisi badge atau memberikan klarifikasi, keputusan itu akan menentukan bagaimana kontroversi ini berakhir. Yang jelas, dunia sepak bola kembali mendapat contoh nyata bahwa originalitas selalu punya harga.
