Skuad Skotlandia Jelang Debut Pocognoli di Nations League

Skuad Skotlandia bersiap menjalani empat laga pembuka Nations League dengan wajah yang cukup berbeda, tepat ketika Sebastien Pocognoli mencatatkan debut sebagai pelatih kepala di pentas sepak bola internasional. Laga perdana dijadwalkan berlangsung tandang melawan Slovenia pada Sabtu, tetapi sang juru taktik asal Belgia harus meramu kekuatan tim tanpa sejumlah pemain senior yang biasanya menjadi tulang punggung.

Pocognoli sebenarnya sudah lebih dulu menyuntikkan unsur muda ke dalam skuad Skotlandia sejak ia ditunjuk. Kini tugasnya bertambah berat karena dua pemain paling berpengalaman harus menepi menjelang rangkaian pertandingan tersebut. Situasi ini memaksa pelatih asal Belgia itu mencari solusi dari kedalaman skuad yang tersedia, sekaligus menguji seberapa siap para pemain pelapis tampil di level internasional.

Sederet Pemain Absen, Hanya Satu Pemanggil Baru

Pukulan terbesar datang dari sosok Scott McTominay. Gelandang Napoli berusia 29 tahun itu bahkan sudah tidak masuk dalam pemanggilan awal, sebab ia harus menjalani prosedur yang ia sendiri gambarkan sebagai operasi jantung ringan. Operasi tersebut diperkirakan hanya membuatnya absen selama beberapa pekan, tetapi itu sudah cukup membuat Skotlandia kehilangan salah satu penggawa andalan di lini tengah.

Lini depan juga tidak luput dari masalah. Dua penyerang utama, Lawrence Shankland dari Rangers dan Che Adams dari Torino, sama-sama harus absen karena cedera. Padahal keduanya merupakan opsi mapan yang biasa diandalkan, sehingga hilangnya mereka sekaligus membuat daya gedor tim berkurang cukup signifikan.

Kabar buruk belum berhenti di situ, karena dua nama berpengalaman lain menyusul ke ruang perawatan. Gelandang Norwich City, Kenny McLean, serta bek kiri Celtic, Kieran Tierney, kini turut menepi. Dari sekian banyak pemain yang gugur, Pocognoli hanya memanggil satu pengganti, yakni Kristi Montgomery, gelandang Blackburn Rovers berusia 22 tahun yang belum pernah mencatatkan penampilan di level internasional.

Keputusan hanya menambah satu pemain menunjukkan bahwa pelatih lebih memilih mengandalkan skuad yang sudah ada ketimbang melakukan perombakan besar-besaran. Dengan komposisi seperti ini, para pemain pelapis dituntut langsung tampil siap tanpa masa adaptasi panjang. Beban pembuktian pun berpindah ke pundak mereka yang sebelumnya jarang mendapat kesempatan.

Posisi Kiper Kini Lebih Terjamin

Berbeda dari sektor lain, posisi penjaga gawang justru memperlihatkan tanda-tanda perbaikan. Selama beberapa waktu, sektor ini menjadi masalah di era pendahulu Pocognoli, Steve Clarke, terutama karena Craig Gordon yang telah mengemas 84 penampilan internasional memasuki akhir kariernya. Kondisi itu diperparah oleh minimnya menit bermain bagi para kiper alternatif.

Situasinya sekarang berubah. Kiper pilihan utama saat ini, Angus Gunn, telah menjadi starter reguler bersama San Jose Earthquakes setelah pindah dari Nottingham Forest pada musim panas. Scott Bain juga tampil baik untuk Falkirk, sementara Jon McCracken membantu Bradford City memuncaki League One usai kepindahannya dari Dundee.

Dari seluruh opsi yang tersedia, hanya Liam Kelly yang belum mendapatkan kesempatan bermain di klubnya, yakni Rangers. Meski demikian, secara keseluruhan gambaran sektor kiper jauh lebih sehat dibandingkan beberapa tahun terakhir. Hal ini memberi Pocognoli ketenangan tersendiri saat harus menentukan siapa yang berdiri di bawah mistar.

Lini Depan Dapat Darah Segar

Absennya Shankland dan Adams justru membuka pintu bagi sejumlah nama baru di lini serang. Oli McBurnie yang kembali dipanggil terus dipercaya menjadi starter untuk Hull City pada musim mereka kembali ke Premier League. Kepercayaan klub terhadapnya menjadi modal penting bagi Skotlandia yang tengah mencari opsi tambahan di depan.

Nama lain yang mencuri perhatian adalah Robbie Ure. Ia kembali masuk starting line-up untuk klub barunya, Sevilla, meski harus menelan kekalahan 3-1 dari pemuncak klasemen La Liga, Barcelona, pada Sabtu. Sementara itu, James Wilson telah mengokohkan tempat di tim utama sejak kembali ke Heart of Midlothian usai masa peminjaman di Tottenham Hotspur.

Meski demikian, tidak semua penyerang mendapat menit bermain yang diinginkan. Striker Kieron Bowie serta para winger, Findlay Curtis dan Ben Gannon-Doak, harus puas menjadi pemain pengganti akhir pekan lalu untuk Sassuolo, Rangers, dan Bournemouth. Khusus bagi Gannon-Doak yang baru berusia 20 tahun, minimnya menit bermain kurang ideal mengingat ia terbukti menjadi penyuplai kecepatan penting bagi permainan Skotlandia.

Lini Tengah Tetap Solid meski Ada Cedera

Di lini tengah, hampir seluruh pemain yang masuk dalam pemanggilan awal Pocognoli tampil sebagai starter pada akhir pekan. Namun, McLean mengalami cedera ringan saat bermain penuh 90 menit dan mengenakan ban kapten dalam kekalahan 4-3 timnya di kandang dari Bolton Wanderers. Penggantinya, Montgomery, justru menyelesaikan seluruh pertandingan Championship bersama Blackburn Rovers yang berakhir imbang 2-2 melawan Portsmouth.

Pemain Skotlandia lain turut menonjol di kompetisi masing-masing. Billy Gilmour mencetak gol senior keduanya lewat tendangan apik saat Napoli bermain imbang 1-1 di markas Fiorentina, sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Sepakannya menjadi bukti bahwa ia bisa menjadi sumber kreativitas dari lini kedua.

Di Serie A, Lennon Miller menjalani start ketiganya musim ini ketika Udinese kalah 1-0 di kandang dari Cagliari. Sementara itu, Lewis Ferguson kembali dipercaya menjadi starter di setiap pertandingan sebagai kapten Bologna, termasuk saat timnya bermain imbang 1-1 dengan Torino. Kombinasi pengalaman dan kualitas ini membuat sektor tengah tetap menjadi kekuatan utama Skotlandia.

Lini Belakang dan Persoalan Bek Sayap

Di sisi pertahanan, bek kanan masih menjadi titik lemah yang belum sepenuhnya terpecahkan. Nathan Patterson mencatatkan penampilan keduanya sebagai pengganti sejak dipinjam dari Everton dan bergabung dengan Torino. Hal serupa dialami Aaron Hickey yang harus memulai dari bangku cadangan saat Brentford menang meyakinkan 3-0 atas Chelsea.

Colby Donovan kembali menjadi starter untuk Celtic, meski klub raksasa Skotlandia itu menelan kekalahan ketiga secara beruntun. Ketiga bek kiri yang tersedia, yakni Tierney yang juga bermain di Celtic, Andy Robertson dari Tottenham Hotspur, serta Josh Doig dari Sassuolo, sama-sama kalah setelah tampil sebagai starter. Tierney bahkan kembali apes karena mengalami cedera lagi.

Hanya Scott McKenna yang tidak bermain pada laga terbaru klubnya, yakni ketika ia menjadi pemain pengganti yang tak dipakai saat pemuncak klasemen Liga Kroasia, Dinamo Zagreb, mengalahkan Lokomotiva. Catatan ini memperlihatkan bahwa sektor pertahanan masih menyisakan pekerjaan rumah bagi Pocognoli. Ia perlu memastikan para beknya menemukan ritme bermain yang stabil sebelum menghadapi lawan-lawan di Nations League.

Arti Laga Nations League bagi Pocognoli

Pada akhir pekan tersebut, Gilmour menjadi satu-satunya pemain Skotlandia yang mencetak gol. Robertson dan gelandang Aston Villa, John McGinn, masing-masing mencatatkan satu assist, sementara sebagian besar pemain lain berkutat dengan hasil kurang memuaskan bersama klubnya. Dari situ, Pocognoli tampaknya akan menyandarkan harapan pada trio berpengalaman itu untuk menyuplai percikan kreativitas.

Empat laga pembuka Nations League menjadi ujian awal yang menentukan arah proyek kepelatihan Pocognoli bersama Skotlandia. Pelatih asal Belgia ini dihadapkan pada pilihan antara memberi ruang bagi pemain muda atau mengandalkan sisa-sisa pengalaman yang masih tersedia. Laga tandang melawan Slovenia pada Sabtu akan menjadi indikasi pertama seberapa jauh gagasan permainannya bisa diterapkan.

Dalam konteks yang lebih luas, situasi ini menggambarkan proses regenerasi yang tengah berjalan di tubuh tim nasional Skotlandia. Sejumlah nama muda seperti Montgomery, Gannon-Doak, dan Miller mulai masuk ke dalam perhitungan, sementara generasi sebelumnya perlahan tersisih karena cedera maupun usia. Jika transisi ini berjalan mulus, skuad Skotlandia berpotensi tampil lebih segar dalam beberapa tahun mendatang.

Pada akhirnya, absennya beberapa pemain inti boleh jadi terasa merugikan dalam jangka pendek. Akan tetapi, kondisi ini juga memberi kesempatan bagi para pemain pelapis untuk unjuk kemampuan dan merebut tempat di skuad inti. Bagi Pocognoli, rangkaian laga Nations League bukan sekadar soal meraih hasil, melainkan juga ajang menilai seberapa dalam kualitas yang dimiliki skuadnya. Pertandingan melawan Slovenia akan menjadi langkah pertama untuk menjawab sejumlah pertanyaan tersebut.