Inggris menutup laga kontra Spanyol dengan kekalahan 3-2 dalam ajang Nations League, dan rating pemain Inggris vs Spanyol langsung menjadi bahan perbincangan. Ini merupakan pertandingan pertama The Three Lions sejak Piala Dunia musim panas lalu, sehingga hasilnya dianggap penting sebagai pijakan awal siklus baru. Marc Guehi menjadi nama yang paling disorot setelah kesalahannya berbuah gol pembuka bagi tim tamu.
Spanyol datang ke laga ini berstatus juara dunia, dan kualitas mereka terlihat sejak menit-menit awal. Inggris sempat berbalik unggul lewat Anthony Gordon dan Harry Kane, tetapi tidak mampu mempertahankannya hingga peluit akhir. Duel ini memperlihatkan bahwa jarak antara Inggris dan tim-tim papan atas masih tipis, namun detail-detail kecil tetap menentukan hasil.
Jalannya Pertandingan: Inggris Kalah 3-2 dari Spanyol
Lamine Yamal membuka keunggulan Spanyol ketika laga baru berjalan dua menit. Gol tersebut lahir dari situasi yang tidak seharusnya terjadi, karena Guehi memberikan bola kepada pemain lawan di area berbahaya. James Trafford sebenarnya sudah menunjukkan kemampuan bermain dengan bola di kakinya, tetapi ia tidak punya banyak waktu untuk bereaksi atas kesalahan rekannya itu.
Inggris merespons dengan cukup baik. Anthony Gordon menyamakan kedudukan lewat serangan balik yang dieksekusi dengan tenang, lalu Harry Kane membawa Inggris berbalik unggul melalui sundulan yang berbelok arah. Momentum tampak berada di tangan tuan rumah saat itu, terutama karena Spanyol mulai kesulitan menembus pertahanan Inggris yang merapat.
Namun peluang emas untuk menambah keunggulan justru terbuang. Bellingham memenangkan penalti, tetapi Kane yang tergelincir saat mengambil tendangan gagal mengeksekusinya dengan baik. Setelah momen itu, Alex Baena mencetak gol penyama dengan tembakan melengkung, dan Mikel Oyarzabal memastikan kemenangan Spanyol.
Blunder Marc Guehi dan Catatan Lini Belakang
Guehi menerima nilai terendah, yakni 5, setelah kesalahan yang tidak biasa ia lakukan membuat Yamal mencetak gol pembuka. Kesalahan semacam itu jarang terjadi pada bek yang biasanya tampil tenang, sehingga bobot penilaiannya terasa lebih berat. Selebihnya, ia berusaha memperbaiki performa, tetapi luka dari gol cepat itu sudah terlanjur mengubah jalannya pertandingan.
Trafford mendapat nilai 6. Selain memperlihatkan keberanian dalam membangun serangan dari belakang, ia membuat penyelamatan penting yang mencegah Ferran Torres menggandakan keunggulan Spanyol menjadi 2-0 di babak pertama. Tanpa penyelamatan itu, Inggris bisa saja kehilangan laga lebih awal.
Jarell Quansah, yang kembali dipasang di posisi bek kanan seperti saat Piala Dunia, tampil dominan secara fisik dan bahkan sempat mendapat peluang mencetak gol lewat sundulan yang melewati mistar. Ezri Konsa juga sempat goyah bersama barisan belakang Inggris, tetapi perlahan menemukan ritmenya dan tampil lebih baik seiring berjalannya laga. Keduanya sama-sama mengantongi nilai 6.
Bellingham dan Gordon Jadi Pemain Terbaik Inggris
Jude Bellingham tampil paling menonjol dengan nilai 8. Gelandang Real Madrid itu kembali mendominasi lini tengah, memberi assist untuk gol penyama kedudukan Inggris, sekaligus memenangkan penalti yang kemudian gagal dikonversi Kane. Ia juga sempat melepaskan tembakan keras di masa tambahan waktu yang membuat kiper Spanyol, Simon, harus bekerja keras.
Anthony Gordon juga mendapat nilai 8 berkat gol berkualitasnya dari skema serangan balik. Berkat kecepatannya, ia terlepas dari penjagaan dan tetap tenang ketika dilepas oleh Bellingham menuju gawang lawan. Sepanjang laga ia terus menjadi ancaman di belakang pertahanan Spanyol, termasuk lewat umpan silang berbahaya setelah Inggris sempat tertinggal.
Harry Kane mengakhiri laga dengan nilai 7. Setelah Inggris tertinggal, ia sempat turun lebih dalam untuk mencari bola, lalu mencetak gol kedua lewat sundulan yang berbelok arah. Meski begitu, kegagalannya mengeksekusi penalti di babak kedua menjadi catatan tersendiri, terutama karena Inggris sedang punya peluang menambah gol ketiga.
Bukayo Saka menutup laga dengan nilai 6. Ia memenangkan beberapa tendangan bebas di sekitar kotak penalti dan melepaskan tembakan dari tepi area yang masih melambung di babak pertama. Saat kedudukan imbang, ia sempat melepaskan tembakan melengkung yang hanya melebar tipis, meski secara keseluruhan malam itu berjalan sunyi bagi sang winger.
Lini Tengah dan Tugas Berat Meredam Rodri
Nico O’Reilly mendapat nilai 6. Ia mengirim umpan silang yang berbuah gol Kane saat Inggris berbalik unggul di babak pertama, dan cukup baik dalam berusaha menghadapi Lamine Yamal. Namun ia juga kehilangan bola pada proses terciptanya gol kedua Spanyol, sebuah detail yang membuat penampilannya belum sepenuhnya bersih.
Elliot Anderson nyaris dihukum setelah kehilangan bola di posisi berbahaya pada babak pertama, meski Ferran Torres akhirnya melebar dari gawang. Bersama Lewis-Skelly, ia butuh waktu untuk menyesuaikan diri di lini tengah yang dihuni pemain-pemain Spanyol yang sangat luwes memindahkan bola. Nilai 6 menjadi gambaran bahwa laga ini memang berat bagi keduanya.
Myles Lewis-Skelly menjalani start pertamanya bersama Inggris di posisi gelandang tengah setelah tampil mengesankan bersama Arsenal. Ia diberi tugas sulit untuk memutus pasokan bola kepada Rodri, sang pengatur permainan Spanyol. Penampilannya tergolong solid, dan ia ditarik keluar setelah 70 menit.
Peran Pemain Pengganti
James Garner masuk pada menit ke-70 menggantikan Lewis-Skelly dan mengambil alih tugas menjaga Rodri. Morgan Rogers juga masuk di menit yang sama untuk menggantikan Gordon, tetapi ia tidak mendapat banyak bola selama 20 menit berada di lapangan. Keduanya sama-sama menerima nilai 6.
Morgan Gibbs-White masuk pada menit ke-83 menggantikan Saka dan bermain di sayap kiri. Dominic Calvert-Lewin, yang juga masuk pada menit ke-83 untuk menggantikan Kane, tidak punya cukup waktu untuk memberi dampak pada permainan. Jarrad Branthwaite masuk pada menit ke-89 menggantikan Guehi sebagai perubahan terakhir di lini belakang Inggris, dan juga tidak memiliki waktu untuk meninggalkan kesan.
Beberapa pemain yang tidak diturunkan adalah Pickford, Steele, Alexander-Arnold, Scott, Chalobah, Hall, dan Eze. Rotasi dan pilihan pemain ini menunjukkan bagaimana pelatih ingin menguji kedalaman skuad pada pertandingan pertama setelah Piala Dunia. Keterlibatan banyak pemain muda sekaligus menjadi sinyal bahwa Inggris sedang membangun fondasi baru.
Apa Artinya bagi Inggris ke Depan
Kekalahan tipis dari juara dunia jelas bukan hasil yang menyenangkan, tetapi laga ini memberi Inggris gambaran lebih jernih tentang kekuatan skuadnya. Beberapa pemain muda tampil cukup tenang menghadapi tim sekelas Spanyol, dan itu menjadi modal berharga untuk pertandingan-pertandingan berikutnya. Sebaliknya, kesalahan individu seperti yang dilakukan Guehi menegaskan bahwa di level ini, satu momen ceroboh bisa langsung berbuah gol.
Pertandingan ini juga menegaskan bahwa lini tengah adalah area yang paling menuntut perhatian. Upaya Anderson dan Lewis-Skelly meredam Rodri menunjukkan bahwa Inggris punya opsi, tetapi masih perlu waktu agar kombinasi mereka benar-benar matang. Bellingham, dengan performanya, tetap menjadi poros yang menghubungkan lini tengah dan serangan.
Di sisi lain, kegagalan mengeksekusi penalti menjadi pengingat lama bahwa efisiensi di depan gawang tetap menjadi pekerjaan rumah. Inggris sudah membuktikan bisa mencetak dua gol ke gawang tim papan atas, artinya persoalannya bukan pada kemampuan menciptakan peluang. Yang perlu diperbaiki adalah konsistensi dalam memaksimalkan momen-momen krusial.
Secara keseluruhan, rating pemain Inggris vs Spanyol memperlihatkan Bellingham dan Gordon sebagai sosok paling bersinar, sementara Guehi menjadi satu-satunya pemain yang nilainya turun ke angka 5. Laga ini membuktikan Inggris mampu bersaing dengan juara dunia, tetapi belum cukup rapi untuk menutup pertandingan dengan kemenangan. Detail kecil, mulai dari satu umpan yang salah hingga penalti yang gagal, tetap menjadi penentu antara kalah dan menang.
