100 Hari Derek McInnes di Rangers: Dari Krisis ke Derby

Sudah 100 hari Derek McInnes di Rangers, klub yang ia dukung sejak kecil, pernah ia bela sebagai pemain, dan sempat ia tolak ketika ditawari kursi manajer. Dalam rentang singkat namun padat itu, hampir semua spektrum emosi terlewati: perombakan skuad besar-besaran, awal musim yang tersendat, ejekan dari tribun Ibrox, sampai kegagalan tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir.

Namun September datang membawa wajah berbeda. Rangkaian kemenangan yang akhirnya menyentuh angka enam pertandingan berturut-turut membuat pembicaraan soal krisis mereda, terutama karena dua di antaranya adalah kemenangan di laga Old Firm melawan Celtic. Dari situasi yang terasa gelap, Rangers perlahan menemukan bentuk permainan dan kepercayaan diri yang selama ini dicari.

Kembalinya Derek McInnes ke Ibrox

Pengumuman resmi keluar pada 17 Juni, tepat satu bulan satu hari setelah tim yang ia tangani sebelumnya, Heart of Midlothian, disalip Celtic dalam perburuan gelar pada hari terakhir musim lalu. McInnes ditunjuk menggantikan Danny Rohl yang meninggalkan posisi tersebut.

Bagi McInnes, ini semacam pulang kampung yang tertunda cukup lama. Sudah 26 tahun sejak kariernya sebagai pemain Rangers berakhir dengan kepindahan ke West Bromwich Albion, dan sekitar delapan setengah tahun sejak ia menolak kesempatan menjadi manajer klub ini pada masa kepemimpinan Dave King. Ketika pintu itu terbuka lagi, ia menilai waktunya sudah tepat.

Ia sendiri tidak menyembunyikan kedekatannya dengan klub. Menurut McInnes, bukan rahasia lagi bahwa ia tumbuh sebagai pendukung Rangers dan ia yakin inilah momen yang tepat untuk mengambil peran bergengsi tersebut. Meski begitu, ia langsung mengingatkan bahwa pekerjaan berat masih menanti di depan.

Awal Berat Derek McInnes di Rangers

Era baru dibuka di Tannadice dengan langkah yang jauh dari meyakinkan. Thelo Aasgaard mencetak gol penyama kedudukan pada babak kedua, sehingga laga melawan Dundee United berakhir sama kuat 1-1. McInnes menilai hasil itu sudah sesuai dengan jalannya pertandingan, namun ia mengaku kecewa dengan penampilan babak pertama yang terlalu terburu-buru dan banyak membuang peluang.

Debut di pentas Eropa juga tidak berjalan mulus. Perjalanan ke Polandia timur pada leg pertama babak kualifikasi ketiga Liga Europa berakhir dengan kekalahan 2-1 dari Jagiellonia Bialystok. McInnes menyebut timnya seolah mengalahkan diri sendiri, karena meski memulai laga dengan baik dan sabar membangun serangan, dua kesalahan berbuah dua gol untuk lawan.

Laga kandang pertama musim ini menambah luka. Rangers kalah 2-1 dari Hibernian setelah gol Callum Wright di menit-menit akhir memastikan kemenangan tim tamu dari Edinburgh. Situasi bertambah rumit karena penyerang Youseff Chermitti mengalami cedera ACL, yang menggagalkan potensi penjualan bernilai besar di tengah kabar ketertarikan Galatasaray.

McInnes berusaha menjaga nada tenang di tengah tekanan. Ia mengakui ada banyak hal kecil yang tidak berpihak kepada timnya, tetapi menegaskan bahwa situasinya tidak seburuk yang dibayangkan orang. Ia juga memahami kekecewaan para pendukung yang menuntut kemenangan, dan mengaku merasakan frustrasi yang sama.

Kemenangan Pertama dan Tersingkirnya Rangers dari Eropa

Harapan sempat muncul pada 16 Agustus, ketika Rangers akhirnya meraih kemenangan pertama di bawah McInnes. Dalam laga kelima musim ini, mereka menghantam juara bertahan St Mirren 5-1 di Piala Liga. Meski masih ada beberapa peluang yang diberikan kepada lawan, McInnes menilai ancaman serangan timnya sudah terlihat jelas dan para pemain layak mendapatkan momen tersebut.

Namun perjalanan di Eropa justru berakhir pahit. Setelah tersingkir dari Liga Europa, Rangers juga gagal melewati hadangan Jablonec dari Ceko melalui adu penalti. Kegagalan eksekusi Findlay Curtis dan James Penrice memastikan kekalahan, sekaligus menutup pintu Rangers dari sepak bola Eropa untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun. Dampaknya tidak hanya soal prestise, tetapi juga potensi pemasukan klub.

McInnes tidak menyembunyikan rasa malunya. Ia menyebut penampilan timnya memalukan dan menilai satu-satunya pihak yang tampil baik malam itu adalah staf pendukung serta para pendukung yang tetap memberi dukungan penuh meski menyaksikan permainan yang jauh dari harapan.

Titik Balik: Rentetan Kemenangan di Liga

Perlahan tapi pasti, Rangers menemukan ritme. Kemenangan liga pertama di bawah McInnes diraih di Pittodrie, bekas markasnya sendiri, lewat gol penalti Shankland. Ia menyebut periode itu sebagai hari-hari yang berat bagi semua orang, tetapi menilai timnya sudah tampil jauh lebih menyerupai Rangers yang ia inginkan, dan menyoroti Kim Min-Su sebagai bukti bahwa rekrutmen musim panas mulai menunjukkan hasil.

Kemenangan berlanjut, meski harus dibayar mahal. Setelah menang 2-1 di Falkirk untuk meraih kemenangan liga ketiga secara beruntun, kapten Shankland mengalami cedera hamstring saat melawan Motherwell di Ibrox dan diprediksi absen berbulan-bulan. Ryan Naderi yang masuk menggantikannya mencetak satu-satunya gol dalam laga itu. McInnes mengaku senang dengan banyaknya peluang yang diciptakan timnya, meski hasil apa pun tetap ia terima.

Puncak drama datang lewat gol penentu di masa tambahan waktu. Bojan Miovski, yang masuk dari bangku cadangan, mencetak gol kemenangan dramatis melawan St Mirren di kandang dan memicu selebrasi liar. Hasil itu membawa Rangers ke posisi kedua klasemen, terpaut lima poin dari Celtic di puncak, dengan modal empat kemenangan beruntun yang membuat McInnes terdengar semakin optimistis.

Dua Kemenangan Old Firm dalam Sepekan

Pada debutnya memimpin laga Old Firm, McInnes menuntut penampilan besar dari para pemainnya, dan permintaan itu terpenuhi. Beberapa kejutan taktik yang ia siapkan berbuah manis, membawa Rangers melaju ke semifinal Piala Liga. Dua gol dari Dan Neill yang tampil mengesankan serta gol pertama Kelsy memastikan pertemuan dengan Aberdeen di Hampden.

Bagi McInnes, hasil itu adalah penampilan dan hasil yang selama ini dicari. Ia menyebutnya sebagai titik rujukan penting bagi para pemainnya, terutama karena skuad yang ia tangani masih muda dan kini melihat langsung betapa besar arti hasil tersebut bagi para pendukung.

Sepekan kemudian, dua raksasa Glasgow bertemu lagi, kali ini di Celtic Park untuk laga liga. Gol Naderi mengejutkan 60 ribu pendukung tuan rumah dan memangkas jarak Rangers menjadi hanya dua poin dari rival sekota mereka. Dengan percaya diri, McInnes menegaskan tiga poin itu membuat jaraknya semakin dekat, dan ia mengaku senang bisa mengaitkan namanya dengan tim yang sedang ia bangun saat ini.

Analisis: Kebersamaan dan Cara Menang

Mantan pelatih interim sekaligus kapten Rangers, Barry Ferguson, mengaku terkesan dengan perkembangan tim sejak tersingkir di Eropa. Menurutnya, reaksi positif tidak hanya datang dari manajer dan staf pelatih, tetapi juga dari para pemain, yang mampu memenangkan pertandingan meski penampilan mereka belum sepenuhnya sempurna.

Ferguson menilai proses ini wajar memakan waktu karena ada perombakan pemain yang cukup besar. Sebagian pemain langsung beradaptasi dengan cepat, sebagian lain butuh waktu lebih lama untuk menemukan performa terbaiknya. Namun kini, ia mulai melihat sebuah tim yang memiliki kebersamaan nyata, dan itu menurutnya adalah hal paling penting.

Apa Artinya bagi Rangers ke Depan

Perjalanan 100 hari ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap seorang manajer tidak bisa hanya didasarkan pada beberapa pekan pertama. McInnes mewarisi situasi yang tidak mudah, dengan skuad yang dirombak besar dan ekspektasi tinggi dari pendukung yang terbiasa menuntut gelar. Awal yang buruk memang membuat posisinya disorot, tetapi rentetan kemenangan membuktikan bahwa arah kerja tim mulai menemukan bentuknya.

Hilangnya sepak bola Eropa tetap menjadi catatan besar, baik dari sisi olahraga maupun keuangan. Rangers kini harus memaksimalkan kompetisi domestik, termasuk laga semifinal Piala Liga melawan Aberdeen di Hampden, sebagai jalur realistis untuk meraih trofi. Pertemuan itu sekaligus menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi yang baru saja mereka bangun.

Di liga, posisi Rangers yang menempel ketat Celtic membuat persaingan gelar kembali terbuka. Kuncinya ada pada kemampuan mempertahankan momentum sekaligus mengelola skuad yang masih muda dan diterpa cedera pemain penting. Jika tren positif ini berlanjut, narasi tentang krisis yang muncul di awal musim berpotensi berubah menjadi cerita tentang kebangkitan.

Seratus hari pertama McInnes di Rangers tidak berjalan mulus, tetapi justru dari masa sulit itulah fondasi mulai terbentuk. Dari kegagalan di Eropa dan ejekan di Ibrox, Rangers berangsur-angsur menemukan cara untuk menang, termasuk di dua laga paling bergengsi melawan Celtic. Bagi McInnes, perjalanan ini baru permulaan, dan tugas berikutnya adalah membuktikan bahwa kebangkitan tersebut bukan sekadar rentetan hasil sesaat.