Jota mengakui bahwa masa absen panjangnya bersama Celtic bukan hanya ujian fisik, melainkan juga pergulatan mental. Pemain sayap asal Portugal berusia 27 tahun itu menyebut dirinya sempat “bertemu beberapa iblis” selama menjalani pemulihan cedera ligamen cruciatum yang ia alami pada April 2025, sebelum akhirnya kembali merumput bersama tim utama.
Kembalinya Jota ke skuad Celtic menjadi kabar penting bagi klub maupun bagi sang pemain sendiri. Setelah berbulan-bulan menjalani rehabilitasi, ia kini harus menerima kenyataan bahwa menit bermainnya akan dibatasi dalam waktu dekat. Meski begitu, ia memilih melihat proses ini sebagai kesempatan untuk tumbuh, bukan sebagai hukuman yang harus disesali.
Cerita Jota soal “Iblis” yang Ia Temui Selama Rehabilitasi
Dalam wawancaranya, Jota menggambarkan masa pemulihan sebagai periode yang menguras emosi. Ia tidak menyembunyikan bahwa ada saat-saat ketika dirinya merasa terpuruk dan sulit melihat jalan keluar. Namun, alih-alih melawan perasaan itu, ia memilih berdamai dengannya.
“Saya sudah bertemu beberapa iblis dan saya sempat berbicara baik-baik dengan mereka,” ujarnya. “Kami membangun hubungan yang baik, dan sekarang kami semua berada di meja yang sama, kami bisa menertawakan semua yang terjadi.” Ungkapan itu menunjukkan bahwa proses penyembuhan baginya bukan sekadar latihan fisik di ruang gym, tetapi juga pekerjaan batin yang panjang.
Jota menegaskan bahwa pengalaman tersebut tidak membuatnya kehilangan waktu. Menurutnya, jika seseorang tidak tumbuh dari situasi seperti itu, artinya ia tidak belajar apa pun. Ia bahkan merasa dirinya kini jauh lebih kuat, baik secara mental maupun sebagai pribadi.
Jalan Panjang Kembali ke Tim Utama Celtic
Cedera ligamen cruciatum yang dialami Jota pada April 2025 membuatnya harus menepi cukup lama. Cedera jenis ini dikenal sebagai salah satu yang paling berat bagi pesepak bola karena membutuhkan waktu pemulihan panjang serta risiko kambuh yang harus dikelola dengan hati-hati. Karena itu, kembalinya Jota ke lapangan tidak terjadi secara tiba-tiba.
Ia pertama kali kembali masuk ke tim utama pada akhir pekan sebelumnya, saat Celtic menang 2-0 atas Motherwell. Setelah itu, ia kembali tampil sebagai pemain pengganti pada laga lanjutan Liga Utama Skotlandia melawan Hearts di kandang, yang berakhir dengan skor 7-1 untuk kemenangan Celtic. Dua penampilan singkat itu menjadi tanda bahwa proses pemulihannya berjalan sesuai rencana.
Meski belum bermain penuh, kehadiran Jota di bangku pemain cadangan memberi Celtic opsi tambahan di lini serang. Pelatih pun bisa mengatur beban bermainnya secara bertahap agar otot dan ligamennya kembali terbiasa dengan intensitas pertandingan kompetitif. Pendekatan hati-hati ini lazim diterapkan pada pemain yang baru pulih dari cedera besar.
Menit Bermain Jota Dibatasi pada Laga Domestik
Dalam waktu dekat, Jota hanya akan bermain di kompetisi domestik. Ia tidak terdaftar dalam skuad Celtic untuk ajang Liga Europa, sehingga tidak bisa diturunkan saat Celta Vigo bertandang ke Glasgow pada Kamis pukul 20.00 waktu setempat. Keterbatasan ini jelas tidak ideal bagi pemain yang ingin mengumpulkan menit bermain sebanyak mungkin.
Namun, Jota memilih bersikap lapang. Ia menegaskan bahwa apa pun kesempatan bermain yang ia dapatkan, sekecil apa pun, tetap ia syukuri. Baginya, bisa kembali merasakan atmosfer pertandingan bersama Celtic sudah menjadi pencapaian tersendiri setelah melewati masa-masa sulit di ruang pemulihan.
Pembatasan ini juga memberi Celtic keuntungan tersendiri. Klub bisa mengelola kondisi Jota tanpa tekanan jadwal Eropa yang padat, sekaligus tetap memanfaatkannya sebagai pengganti yang bisa mengubah jalannya pertandingan di liga domestik.
Kemenangan 7-1 atas Hearts dan Posisi Celtic
Laga melawan Hearts menjadi salah satu sorotan dalam pekan tersebut. Celtic menang dengan skor mencolok 7-1 di kandang, sebuah hasil yang menunjukkan kedalaman skuad serta kualitas serangan tim. Kemenangan sebesar itu juga menjadi konteks penting bagi kembalinya Jota, karena ia masuk ke dalam tim yang sedang berada dalam momentum positif.
Menariknya, dalam laporan terpisah, O’Neill disebut tetap tenang menanggapi kemenangan besar tersebut. Ia menyampaikan bahwa keunggulan empat poin bukanlah apa-apa dalam perjalanan panjang sebuah kompetisi. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa di balik hasil gemilang, ada kesadaran bahwa konsistensi jangka panjang jauh lebih menentukan daripada satu kemenangan besar.
Bagi Jota, berada di lingkungan tim yang sedang percaya diri jelas membantu proses adaptasinya. Ia bisa masuk perlahan tanpa harus memikul beban untuk langsung menjadi penyelamat tim, dan bisa fokus pada satu hal: membangun kembali kondisi fisiknya secara bertahap.
Mentalitas “Tidak Perlu Buru-Buru”
Jota menegaskan bahwa kecintaannya pada sepak bola adalah bahan bakar utama selama masa pemulihan. Menurutnya, tidak semua orang mampu melewati proses seberat itu, dan sebagian pemain mungkin memilih berhenti karena beratnya perjuangan. Baginya, justru kesulitan itulah yang mendorongnya untuk terus bekerja setiap hari agar tetap sehat dan bugar.
“Ini adalah mimpi saya. Ini adalah passion saya,” katanya. Ia mengakui bahwa ada momen untuk merenung dan ada momen ketika seseorang merasa terpuruk serta tidak melihat cahaya. Namun, menurutnya, hal itu bukan alasan untuk berhenti percaya; seseorang hanya perlu mencari jalan lain untuk mencapai tujuan yang sama.
Terkait waktu kembalinya, Jota menegaskan bahwa targetnya selalu kembali dalam kondisi fit, berapa pun waktu yang dibutuhkan. Ia mengingatkan bahwa kariernya masih panjang dan usianya masih muda, sehingga langkah terpenting adalah melakukan segala sesuatunya dengan benar dan mempercayai proses yang sedang dijalani.
Kesimpulan
Kisah Jota bersama Celtic menunjukkan bahwa pemulihan cedera besar tidak hanya soal ligamen yang harus pulih, tetapi juga soal ketahanan mental. Ia mengakui sempat “bertemu beberapa iblis” selama masa absen, tetapi memilih berdamai dan mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut. Kini ia kembali ke skuad, meski menit bermainnya untuk sementara dibatasi pada laga domestik karena tidak terdaftar di skuad Liga Europa.
Dengan dua penampilan pengganti melawan Motherwell dan Hearts, serta dukungan dari tim yang sedang menikmati hasil besar, Jota berada di jalur yang tepat untuk kembali ke performa terbaiknya. Sikapnya yang tidak ingin terburu-buru menjadi pengingat bahwa kesabaran, dalam dunia sepak bola kompetitif, kadang justru merupakan keputusan paling cerdas.
