Kepala tim McLaren, Andrea Stella, angkat bicara membela keputusan strategi yang diambil timnya selama Grand Prix Hungaria. Pembelaan ini muncul setelah pembalap Oscar Piastri mengungkapkan rasa frustrasinya melalui radio tim karena harus kehilangan posisi terdepan dari rekan setimnya, Lando Norris. Balapan yang berlangsung di Budapest pada 26 Juli 2026 itu menyisakan banyak perdebatan, terutama soal timing pit stop dan insiden dengan mobil yang terlibat.
Kronologi Strategi Pit Stop GP Hungaria
Piastri start dari posisi ketiga dan berhasil menyalip Charles Leclerc (Ferrari) serta pole-sitter Norris di tikungan pertama. Ia memimpin balapan hingga akhir lap pertama. Saat pit stop putaran kedua, tekanan dari Lewis Hamilton (Ferrari) memaksa McLaren mengambil keputusan cepat. Tim memprioritaskan Piastri sebagai pembalap terdepan untuk masuk pit lebih dulu agar tetap unggul dari Hamilton.
Namun, setelah pit stop, Norris justru berhasil memimpin. Hal ini disebabkan oleh dua faktor: kecepatan Norris yang superior dengan ban bekas, serta insiden Piastri yang bertabrakan dengan Carlos Sainz (Williams) yang sedang terlibat perlombaan dengan pembalap lain. Tabrakan itu membuat frustrasi Piastri meningkat karena ia merasa dirugikan.
Penjelasan Andrea Stella
Stella menjelaskan bahwa keputusan pit stop murni untuk mengantisipasi undercut dari Hamilton. “Jika Hamilton masuk pit, ia berpotensi undercut kedua McLaren. Kami harus merespons agar McLaren tetap memimpin. Entah itu Oscar atau Lando yang masuk, Oscar yang saat itu memimpin jadi pilihan tepat,” ujar Stella. Ia menambahkan bahwa kecepatan Norris dengan ban bekas yang hampir setara dengan mobil baru lah yang membuat kemenangan jatuh ke tangan Norris, bukan karena tim sengaja menguntungkan salah satu pembalap.
Reaksi Oscar Piastri
Awalnya Piastri sangat kecewa, terutama setelah insiden tabrakan dengan Sainz. Ia sempat meminta tim menunda pit stop Norris agar ia tetap bisa memimpin. Namun, setelah balapan usai dan ia pensiun karena masalah girboks saat berada di posisi kedua, Piastri mengakui bahwa timing pit stop sudah tepat. “Saya hanya kesal saat itu. Insiden dengan Sainz membuat saya berharap tim menunda pit Lando, tapi itu tidak masuk akal. Timing pit saya sudah benar untuk mengalahkan Lewis,” katanya kepada Sky Sports F1.
Insiden dengan Carlos Sainz
Piastri meluapkan kemarahannya pada Sainz yang menabraknya saat sedang dilap. “Saya berada tepat di belakangnya selama satu sektor, ada bendera biru di mana-mana. Saya tidak percaya ditabrak oleh mobil yang terlibat. Tidak ada alasan baginya untuk tidak melihat saya,” tegas Piastri. Ia menambahkan bahwa Sainz seharusnya lebih introspeksi diri karena sering mengkritik pembalap lain namun melakukan kesalahan serupa.
Sainz membela diri dengan alasan masalah sinyal bendera biru dan pertarungan posisi dengan Fernando Alonso. Namun, Piastri tidak terkesan dan menyarankan Sainz untuk “berkaca pada diri sendiri.”
Keputusan Tim dan Persaingan Internal
Di sisi lain, Norris juga sempat menekan tim agar ia diizinkan pit lebih dulu karena merasa lebih cepat dari Piastri. Stella menjelaskan bahwa tim mempertimbangkan banyak aspek, termasuk prinsip balap yang konsisten. “Oscar memimpin secara fair di tikungan pertama, jadi ia berhak mendapat kesempatan memenangkan balapan. Di sirkuit lain mungkin Lando bisa menyalip, tetapi di Hungaroring butuh keunggulan kecepatan besar untuk overtake,” jelas Stella. Ia berterima kasih pada kedua pembalap karena mau menerapkan cara balap tim.
Grand Prix Hungaria 2026 menjadi pelajaran berharga bagi McLaren dalam mengelola strategi dan emosi pembalap. Meski Piastri akhirnya pensiun, tim tetap puas dengan eksekusi balapan. Musim Formula 1 akan kembali setelah jeda musim panas dengan GP Belanda pada 21-23 Agustus 2026, disiarkan langsung di Sky Sports F1.
